BERITA ACARA ALUMNI TALK SHOW FORUM KAJIAN HUKUM MAHASISWA (FKHM) FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UIN WALISONGO SEMARANG
Forum Kajian Hukum Mahasiswa (FKHM) Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo Semarang telah sukses menyelenggarakan program Alumni Talk Show pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung ISDB UIN Walisongo Semarang, Ruang 102, mulai pukul 16.00 WIB s.d. selesai dengan dihadiri oleh pengurus, kader FKHM, dan mahasiswa aktif. Agenda ini menghadirkan alumni Sdr. Ananda Alfikro, S.H. (HRD Supervisor & Legal Officer) sebagai narasumber utama serta dipandu oleh Sdri. Reni Ariani (Staf Relasi Publik) selaku moderator.
Dalam sesi pemaparan materi berjudul "Sarjana
Menganggur: Apakah Sistem Pendidikan Indonesia Gagal Menjawab Kebutuhan
Industri?" narasumber mengupas tuntas sengitnya persaingan kerja di mana
lulusan S1 saat ini harus berlomba ketat dengan lulusan SMK. Nilai akademik
atau IPK tinggi tidak lagi menjadi jaminan otomatis, sebab banyak lulusan baru
(fresh graduate) yang justru kesulitan diterima kerja akibat dinilai minim
keahlian (low skill), sehingga perusahaan jauh lebih memprioritaskan para
pekerja yang sudah memiliki pengalaman (with experience).
Realitas di lapangan juga menunjukkan ketimpangan
rekrutmen yang masif karena divisi HRD sering kali hanya membuka satu lowongan
pekerjaan, namun jumlah pelamar yang mendaftar sangat membludak. Di sisi lain,
narasumber menjabarkan adanya anomali pada karakter pelamar yang menuntut
ekspektasi gaji tinggi padahal kapasitas kemampuannya minim, hingga fenomena
pekerja yang terpaksa menerima kompensasi gaji sangat kecil akibat tekanan
pasar kerja.
Lebih lanjut, narasumber secara lugas mengkritisi data
resmi pengangguran nasional dari BPS yang berada di kisaran 4,68% atau 7,24
juta orang, dengan menyatakan bahwa data tersebut terindikasi kuat telah
dimanipulasi oleh pemerintah menggunakan instrumen regulasi UU Cipta Kerja.
Pemateri memberi contoh konkret pada modus sektor magang yang diatur dalam UU
Cipta Kerja, di mana seseorang yang hanya mengikuti magang selama beberapa
bulan langsung dikategorikan sebagai "orang yang bekerja" dalam survei
data. Padahal, setelah masa magang tersebut habis, mereka kembali menjadi
pengangguran, namun statusnya di dalam statistik malah dihitung sebagai pekerja
aktif yang jelas membiaskan data riil di lapangan.
Di akhir sesi, pemateri menjelaskan tentang
ketertinggalan industri nasional yang dinilai masih mengalami jalan buntu di
era Revolusi Industri 4.0, padahal arah perkembangan dunia global saat ini
secara konseptual sudah bergerak jauh menuju era 7.0. Untuk mengejar
ketertinggalan tersebut, pemerintah sedang gencar mendorong penguatan bidang
STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Hal inilah yang
melatarbelakangi lahirnya kebijakan transformasi perubahan nama program studi
di berbagai kampus nasional, dari yang semula berstatus "Teknik"
berganti menjadi nomenklatur "Rekayasa".
Sebagai penutup, narasumber menjabarkan karakteristik
individu yang menyebabkan seseorang akan sangat susah mendapatkan pekerjaan,
seperti yang tecermin pada mentalitas pelamar yang memiliki ego terlalu tinggi,
bersikap anti-kritik, menutup diri dan menolak melakukan perubahan, serta
cenderung kebingungan tanpa arah karier yang jelas. Melalui pulasan materi
kritis ini, target akademik yang ingin dicapai adalah agar kader FKHM dan
mahasiswa hukum sadar secara riil untuk segera meng-upgrade kompetensi diri agar
tidak tersisih dalam persaingan pasar kerja.


Posting Komentar untuk "BERITA ACARA ALUMNI TALK SHOW FORUM KAJIAN HUKUM MAHASISWA (FKHM) FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UIN WALISONGO SEMARANG"